Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Bagian II : 4 Zaman Batu, Karakter dan Peninggalannya

1.       Kebudayaan Batu Tua (Paleolithikum)
Alat peninggalan masa ini berupa batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Bila dilihat dari sudut cara mencari makan, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusia yang hidup di jaman ini masih nomaden (berpindah-pindah) mencari sumber makanan dan air dan factor lain dan belum tahu bercocok tanam.
Berdasarkan daerah penemuannya, kebudayaan Paleolithikum dibedakan menjadi :
·         Kebudayaan Pacitan. (Daerah sekitar Pegunungan Sewu, Pantai Selatan Jawa).
Peninggalan       : a. Chopper (kapak pendek) atau kapak genggam.
Pendukung kebudayaan : Pithecanthropus erectus
·         Kebudayaan Ngandong. (Ngawi, Jawa Timur).
Peninggalan       : a. Kapak,
b. kapak genggam,
c. alat yang terbuat dari tulang
Pendukung kebudayaan : Homo soloensis, Homo wajakensis

2.       Kebudayaan Batu Tengah (Mesolithikum)
Manusia yang hidup di jaman ini masih nomaden dan melakukan food gathering. Alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum. Terjadi pada masa Holosen setelah zaman es berakhir. Fosil manusia purba banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Manusia yang hidup di jaman ini tinggal di gua-gua, tepi pantai, atau sungai. Ditemukan kjokkenmoddinger (bukit sampah//bukit kerang) di pantai timur utara Sumatra, Abris sous roche (gua sampah) di Gua Sampung (Ponorogo, Jawa Timur), Pulau Timor, Pulau Roti, Bojonegoro.
Peninggalan       : a. Pebble (kapak Sumatra),
b. Kapak pendek (hache courte),
c. Pipisan (batu penggiling),
d. Alat yang terbuat dari tulang,
e. Kapak dari batu kali yang dibelah,
f. alat serpih,
g. ujung mata panah,
h. kapak persegi.
Pendukung kebudayaan : Homo sapiens
Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum :
·         Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjokkemoddinger
·         Bone-Cultur (alat kebudayaan dari tulang)
·         Flakes-Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Sous Roche)

3.       Kebudayaan Batu Muda (Neolithikum)
Manusia di jaman ini dapat membuat alat-alat dari batu yang sudah diasah sehingga halus dan indah. Mereka sudah meninggalkan hidup berburu dan mulai menetap serta mulai menghasilkan makanan (food producing). Mereka menciptakan alat-alat kehidupan mulai dari alat kerajinan menenun, periuk, membuat rumah, dan mengatur masyarakat. 
Peninggalan         : a. Kapak persegi (beliung, pacul, torah) di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
    b. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa, Perhiasan (gelang dan kalung dari batu) di Jawa, Tembikar (periuk belaga) di Sumatera, Jawa, Sunda, Kapak lonjong di Indonesia bagian timur
Pendukung Kebudayaan : Manusia Austronesia, Manusia Austro-Asia

4.       Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum)
Semua alat yang dihasilkan berupa batu besar. Kebudayaan ini kelanjutan dari Neolitikum karena dibawa oleh bangsa Deutero Melayu yang datang di Nusantara. Kebudayaan ini berkembang bersama dengan kebudayaan logam di Indonesia, yakni kebudayaan Dongson. Ada beberapa alat dan bangunan yang dihasilkan pada zaman kebudayaan Megalitikum, yaitu :
·         Menhir
tiang tugu batu besar yang berfungsi sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Daerah penemuannya di Sumatra Selatan dan Kalimantan
·         Dolmen
meja batu besar yang biasanya terletak di bawah menhir tempat meletakkan sesaji. Daerah temuannya di Sumba, Sumatra Selatan, dan Bondowoso (Jawa Timur).
·         Sarkofagus (Keranda)
peti mati yang dibuat dari batu. Bentuknya seperti lesung dan diberi tutup dari batu. Daerah temuannya di Bali.
·         Peti kubur batu
kuburan dalam tanah yang sisi-sisi, alas, dan tutupnya diberi papan dari lempeng batu. Peti kubur batu ini banyak ditemukan di Kuningan, Jawa Barat.
·         Punden berundak
bangunan dari batu yang disusun bertingkat-tingkat (berundak-undak). Fungsinya sebagai bangunan pemujaan roh nenek moyang yang kemudian menjadi bentuk awal bangunan candi. Bangunan punden berundak adalah bangunan asli Indonesia.
·         Waruga
kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat. Waruga biasanya dibuat dari batu utuh. Daerah temuannya di Sulawesi Tengah dan Utara.
·         Arca
bangunan batu besar berbentuk binatang atau manusia yang banyak ditemukan di dataran tinggi Pasemah, Sumatra Selatan yang menggambarkan sifat dinamis. Contohnya Batu Gajah, sebuah patung batu besar dengan gambaran seorang yang sedang menunggang binatang dan sedang berburu.

P.S. Ini mungkin akan diedit beberapa waktu lagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar